Selamat Datang di Portal Literasi Fisik
"Literasi fisik adalah kunci menuju gaya hidup aktif, sehat, dan bermakna sepanjang hayat." – Whitehead (2010) Literasi fisik adalah kemampuan yang melibatkan motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan pemahaman untuk terlibat aktif dalam aktivitas fisik sepanjang hidup. Konsep ini mencakup aspek fisik, kognitif, dan emosional yang mendukung kesejahteraan individu.
Sejarah dan Perkembangan
Istilah literasi fisik pertama kali diperkenalkan oleh Whitehead (2010) sebagai pendekatan holistik dalam pendidikan jasmani olahraga & kesehatan (PJOK). Literasi fisik telah berkembang di berbagai negara, seperti Kanada, China, Australia, dan negara lain. Peneliti juga berupaya untuk dapat menyesuaikan konsep ini di Indonesia dengan konteks lokal.
Komponen Utama Literasi Fisik
Kompetensi Fisik:
- Keterampilan gerak dasar dan kebugaran fisik, seperti kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan.
- Domain Afektif: Dorongan untuk aktif bergerak dengan keyakinan pada kemampuan diri.
- Pengetahuan dan Pemahaman: Wawasan tentang pentingnya aktivitas fisik, keselamatan, dan nutrisi.
- Perilaku Aktivitas Fisik: Kebiasaan dan gaya hidup aktif yang mendukung kesehatan.
Asesmen Literasi Fisik
- Menilai tingkat kemampuan fisik, motivasi, dan pengetahuan siswa.
- Memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi siswa, guru, dan orang tua.
- Mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan melalui pembelajaran.
Proses asesmen yang efektif melibatkan berbagai alat, seperti observasi, kuesioner, dan tes pengukuran fisik, yang dirancang untuk memastikan tepat dan akurat data yang dikumpulkan.